Jumat, 28 Desember 2012

Manfaat Apel Hijau Bagi Kesehatan

Manfaat Apel Hijau Bagi Kesehatan

Buah apel hijau atau merah merupakan buah yang enak, karena rasanya punya sensasi yang menyegarkan. Bukan hanya itu ternyata apel juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan kulit wajah. Bagia anda yang ingin tahu manfaat apel hijau bagi kesehatan tubuh silahkan baca artikel dibawah ini :


Memperbaiki keindahan kulit
Masker buah apel hijau bermanfaat untuk membantu menjaga kelembaban kulit serta mengurangi kerutan. Cara membuat masker apel hijau adalah dengan menyiapkan apel hijau, seiris anggur, satu sendok makan perasaan lemon dan 1/4 cangkir lidah buaya. Kemuadian semua bahan diblender sampai rata dan mengental. Oleskan ke seluruh permukaan kulit wajah dan leher, tunggu 15 menit kemudian bilas dengan air hangat.


Melangsingkan perut
Untuk mendapatkan perut yang langsing anda bisa mencoba dengan mencampur saus apel dengan setengah mentega dan dioleskan pada kue. Ini akan menghasilkan rasa manis natural dan sedikit kandungan lemak. Saus apel bebas lemak dan kolesterol dan hampir sama kandungannya dengan satu cangkir beras merah yang akan membantu anda untuk melangsingkan perut.


Menyehatkan Paru-paru
Apel mengandung anti-oksidan yang disebut quercetin yang akan melindungi paruparu dari polusi. Orang yang mengkonsumsi apel memiliki kondisi paruparu yang lebih baik ketimbang orang yang tidak mengkonsumsinya.


Menghilangkan ketombe
Jus asam apel dipercaya dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab terjadinya ketombe. Untuk menggunakannya maka anda harus melakukan pijatan terhadap kulit kepala dengan jus asam apel, biarkan selama satu menit kemudian cuci dengan air bersih.

Rabu, 26 Desember 2012

Sansevieria (Lidah Mertua) Pembersih Polutan

Sansevieria (Lidah Mertua) Pembersih Polutan

Nama sansevieria belakangan muncul sebagai tanaman hias yang disukai. Tanaman yang juga dikenal sebagai lidah mertua ini digemari karena berbagai daya tarik yang dimilikinya. Apa saja daya tariknya sehingga tanaman ini menjadi disukai?




Perawatan tanaman ini sangat mudah. Tidak diperlukan air atau pupuk secara berlebihan, sehingga kita tidak dibuat repot dibuatnya. Tanaman ini mampu hidup walaupun beberapa hari tidak disiram. Hanya untuk penggunaan air, sansevieria lebih menyukai media kering sehingga harus dilindungi dari air yang berlebihan saat hujan atau saat penyiraman. Sanseviria dapat hidup dalam tempat yang banyak cahaya atau dalam ruangan yang intensitas cahayanya kurang. Itu sebabnya, tanaman ini dapat diletakkan di dalam atau di luar ruangan.

Salah satu daya tariknya adalah tanaman ini berfungsi sebagai tanaman penghisap polutan. Ibu-ibu tentu menyukai hal ini karena mereka bertanggung jawab pada kesehatan anggota keluarga. Kita mungkin sering melihat tanaman ini di pinggir jalan. Dengan daunnya yang panjang dan tegak, sansevieria terbukti mampu menyerap polutan terutama asap rokok. Bila kita kedatangan tamu yang merokok atau ada keluarga yang merokok maka asap rokok yang ada dapat diserap oleh tanaman ini sehingga baunya menjadi cepat hilang.

Jenisnya yang beraneka ragam telah membuat para penggemarnya berkeinginan untuk mengoleksi. Bentuk daunnya ada yang kecil ada pula yang sangat besar atau ada pula yang daunnya melengkung atau ada yang menyerupai pagoda. Corak daunnya juga bermacam-macam. Ada yang berwarna hijau, atau ada yang berbintik hitam atau ada pula yang bercampur dengan warna kuning pada pinggir daun. Ini semua membuat sansevieria menjadi tanaman hias yanng pantas menghiasi taman Anda

Selasa, 25 Desember 2012

Manfaat Dari Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria)

Sansevieria atau yang lebih dikenal dengan Lidah Mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.



Sansevieria punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan, dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Beberapa polutan yang di serap oleh Sanseviera.


Keistimewaan :

- Sansevieria merupakan jenis tanaman dengan tingkat penyerapan paling tinggi.
- Perawatan tanaman yang murah
- Selalu mengeluarkan zat O2 tanpa menghasilkan zat CO2 sehingga cocok di taruh didalam ruangan.

Manfaat :

- Biasa dimanfaatkan sebagai pagar rumah
- Negara Jepang telah memanfaatkan serat tanamannya sebagai bahan pembuat kain dan kreasi anyaman
- Tanaman ini menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Lidah mertua digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju
- Bisa dijadikan bahan obat diantaranya :
a. Getah: Dapat digunakan sebagai obat antiseptik
b. Akar : Dapat dimanfaatkan sebagai penyegar rambut/tonik dan obat wasir
c. Daun : Bila dibakar dapat menyembuhkan sakit kepala,
Bila di rebus sebagai obat diabetes

Bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi maka, baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi.

PerawatanTanaman :

Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupun di dalam ruangan. Tapi bilaingin di simpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar.

Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini di hinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam (tanah, sekam bakar, pasir malang dan pakis)
Pemupukan lidah mertua biasanya menggunakan pupuk yang tingkat penguraiannya lambat seperti(osmocote, dekastar dan megamp)


Ternyata tumbuhan Sansevieria ini yang perawatannya super mudah memiliki manfaat yang segudang. Ayo, tanam “Lidah Mertua.”

Senin, 24 Desember 2012

Tips dan Langkah Mempercantik Tanaman Tillandsia

Tips dan Langkah Mempercantik Tanaman Tillandsia

Bila disimpan di dalam rumah, letakkan tillandsia di dekat jendela agar mendapat cahaya optimal. Letakkan 1m dari jendela jika matahari bersinar terik. Jika tak ada cahaya masuk ke dalam ruangan, gunakan pencahayaan buatan dari lampu UV yang diletakkan 15-100 cm dari tanaman. Di International Tillandsia, sebagian besar tillandsia digantung tanpa media tanah. Harap mafhum, tillandsia termasuk tanaman epifit. Di alam ia menempel di pohon lain, tapi tidak mengambil makanan dari inang. Tillandsia menyerap air dan nutrisi terutama lewat daun, bukan akar. Kalaupun ditanam dengan media, pilih yang porous.




Sebanyak 2-3 kali seminggu tillandsia disiram hingga permukaan daunnya basah. Jika cuaca panas, bisa lebih sering. Perlakuan sebaliknya pada cuaca sangat dingin. Di dalam ruangan, penyiraman cukup sekali seminggu. Namun, jika kondisi ruangan lebih kering, bisa lebih sering. Berikan pupuk khusus bromeliad dengan perbandingan N, P, K sebesar 17:8:22 diaplikasikan dua kali sebulan. Pemupukan penting untuk perbanyakan dan pembungaan. Jika tidak ada pupuk khusus bromeliad, pupuk daun 1/4 dosis bisa jadi alternatif.

Bila tillandsia sudah tumbuh sehat dan prima, tinggal mempercantik. Supaya tampil elok, tempelkan di atas potongan kayu, kulit kayu, pakis, kerang, atau keranjang. Tekstur kulit pinus yang kasar membuat akar mudah mencengkeram. Lagipula kulit kayu pinus tahan lama sehingga tak perlu sering ganti sehingga pot kulit pinus cocok digunakan. Wadah lain yang juga nyaman untuk tillandsia ialah batu, kerang, atau pot. Itu biasanya untuk mewadahi tanaman udara berdaun panjang dan melengkung. Di nurseri dr Purbo Djojokusumo di Bogor ada T. cyanea sedang berbunga dalam pot berendeng dengan T. ionantha di pot gantung. Dengan perawatan prima tanaman udara siap memanjakan mata.

Tanaman Jambu Mete yang Berdaya Guna

Tanaman Jambu Mete yang Berdaya Guna

Tanaman jambu mete bersifat tahan terhadap kekeringan. Tanaman ini juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan perakaran yang dalam. Semula, tanaman ini hanya ditanam sebagai tanaman penghijauan karena mampu tumbuh di lahan-lahan yang gersang dan gundul, yang tidak dapat ditumbuhi tanaman lain. Sesudah pohon jambu, mete tumbuh dengan baik, diharapkan tanaman lain juga akan tumbuh.


Buah Jambu Mete

Sebagai tanaman penghijauan, jambu mete sangat sesuai untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis dan gersang, sekaligus berperan sebagai pengendali erosi. Dalam perkembangan selanjutnya diketahui bahwa ternyata pohon jambu mete memiliki daya gunayang besar sehingga layak dinamakan tanaman multiguna. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi.


Hampir semua bagian tanaman jambu mete memiliki daya guna atau dapat dimanfaatkan. Daya guna tanaman jambu mete dalam bidang industri dan kesehatan secara lengkap ditunjukkan dalam skema yang terdapat dalam Gambar 3.

1. Batang, Daun, dan Akar
Batang, daun, dan akar tanaman jambu mete memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut.
Batang tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan barang kerajinan.
Kulit batang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan industri, antara lain sebagai obat diare dan obat kumur untuk penderita sariawan, obat penyamak kulit, bahan batik, bahan tinta, bahan pewarna, bahan perekat, dan obat anti ngengat.
Air rebusan akar jambu mete (ekstrak) dimanfaatkan sebagai obat pencahar.
Daun jambu mete yang sudah tua dapat digunakan untuk mengobati penyakit eksim dan penyakit kulit kronis yang sampai saat ini belum ada obatnya, serta sebagai obat luka bakar.
Daun jambu mete yang masih muda sering digunakan sebagai lalapan (dimakan mentah) dan bahan sayur. Daun muda jambu mete memiliki kemampuan seperti jamu “sari rapet” dan sekaligus berfungsi sebagai obat perangsang birahi.

2. Buah
Bagian buah jambu mete terdiri atas dua bagian, yaitu biji mete dan buah semu jambu mete. Biji mete (cashew nut) dapat diolah menjadi kacang mete (makanan ringan yang mahal harganya) dan minyak CNSL (Cashew Nut Shell Liquid) yang diperas dari kulit biji jambu mete. Cashew Nut Shell Liquid dapat dimanfaatkan sebagai minyak cat, tinta, insektisida, serta pelapis rem dan kopling.

Buah semu jambu mete (cashew apple) memiliki kandungan unsur gizi yang cukup lengkap, bahkan mengandung vitamin C kira-kira tiga kali kandungan vitamin C jeruk, dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Pustaka Artikel Daya Guna Tanaman Jambu Mete

Teknologi Pengolahan Pangan JELLY JAMBU METE, Oleh Ir. M. Lies Suprapti

Sekilas Info Tentang Tanaman Labu Kuning

Sekilas Info Tentang Tanaman Labu Kuning



Tanaman labu kuning merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari famili Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim yang setelah berbuah akan langsung mati. Tanaman labu kuning ini telah banyak dibudidayakan di negara-negara Afrika, Amerika, India, dan Cina. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Adapun ketinggian tempat yang ideal adalah antara 0 m — 1.500 m di atas permukaan laut (dpl.).


A. Tanaman Labu Kuning
Di Indonesia, sudah banyak ditanam labu kuning varietas lokal dari berbagai jenis, seperti misalnya dari jenis bokor (cerme), kelenting, dan ular. Selain itu, terdapat pula varietas yang merupakan introduksi dari beberapa negara, seperti Taiwan, Australia, Jepang, dan Amerika.


Batang labu kuning menjalar cukup kuat, bercabang banyak, berbulu agak tajam, dengan panjang batang yang mencapai 5 m — 10 m. Daun labu kuning berwarna hijau keabu-abuan, lebar dengan garis tengah mencapai 20 cm, menyirih, ujung agak runcing, tulang daun tampak jelas, berbulu agak halus dan agak lembek sehingga bila terkena sinar matahari akan menjadi layu. Letak daun labu kuning ini berselang-seling antar batang dengan panjang tangkai daun antara 15 cm — 20 cm.


Bunga labu kuning berbentuk lonceng dan berwarna kuning. Dalam satu rumpun terdapat bunga jantan dan betina. Tanaman tabu kuning mulai berbunga setelah berumur 1 — 1,5 bulan.


B. Buah Labu Kuning
Buah labu kuning atau yang sering disebut dengan waluh (Jawa Tengah), labu parang (Jawa Barat), ataupun pumpkin (Inggris), merupakan salah satu sayuran yang mempunyai bentuk bulat sampai lonjong dan berwarna kuning kemerahan. Pada bagian tengah buah labu kuning tersebut, terdapat biji yang diselimuti lendir dan serat. Biji ini berbentuk pipih dengan kedua ujungnya yang meruncing.


Berat buah labu kuning dapat mencapai ± 4 kg, bahkan jenis Cucurbita moschata dapat mencapai berat hi ngga ± 20 kg. Buah labu kuning sudah dapat dipanen pada umur 3 — 4 bulan, sementara dari jenis hibrida dapat dipanen pada umur 90 hari.


C. Kandungan Gizi Labu Kuning
Salah satu faktor yang penting dalam suatu bahan makanan adalah kandungan gizinya. Labu kuning merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi dan lengkap. Secara lengkap labu kuning mempunyai kandungan gizi seperti yang disajikan dalam Tabel Komposisi Zat Gizi Tanaman Labu Kuning.
Pustaka Artikel Tanaman Labu Kuning

Rabu, 19 Desember 2012

CARA MENANAM MANGGA DI POT

TEKNIK MENANAM MANGGA DI POT

tabulampot mangga

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga termasuk eksklusif, karena relatif sulit dibuahkan. “Tak semua hobiis bisa melakukannya”. Oleh karena itu ia menjadi tabulampot kebanggaan.

Varietas

Hampir semua varietas dapat dibuahkan dalam pot. Namun, masing-masing varietas mempunyai perbedaan dalam kecepatan masa berbuah, produksi buah, bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Sebaliknya dipilih varietas yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Ini dapat dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif banyak sehingga penampilan menarik. Sedangkan arumanis, gedong, golek dan gedong gincu, baru bisa dibuahkan setelah berumur 3-4 tahun sejak okulasi. Buahnya tak sebanyak apel, manalagi kecil atau dokmai, tetapi berpenampilan eksotik.

Bahan Tanaman

Untuk mempercepat berbuah, pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif (bukan dari biji), berukuran besar dan telah berumur 1,5-2 tahun. Diameter batang utama 4-5 cm, bentuk tajuk seimbang dengan cabang dan ranting yang kokoh serta cukup tua. Dengan kondisi itu batang cukup kuat menyangga cabang dan ranting di atasnya apabila berbuah.

Media Tanam

Mangga menyenangi media berstruktur remah, berbutir-butir, gembur dan kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Pot yang Digunakan

Banyak jenis pot atau wadah tanaman yang dapat dipakai. Sebaiknya pilih yang ringan, tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan tanaman. Dipasaran wadah yang memenuhi syarat cukup banyak, yaitu mulai dari pot plastik tahan pecah, pot semen, drum hingga pot kayu. Dasar pot harus dilubangi, ukuran lubang 1-2 cm sejumlah 4-6 buah. Selain itu agar pembuangan air lancar, pot harus memiliki kaki atau dapat juga diganjal dengan batu bata atau batako.

Penanaman Bibit

Mula-mula isi dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu bata/genting hingga setebal 5-10 cm. itu untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman sangat penting dilakukan untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga yaitu penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.

Sumber: www.carabudidaya.com

Cara Berkebun strawberry di dataran rendah

Berkebun strawberry di dataran rendah di kota Cepu Jawa Tengah
oleh: Kamarudin (aldebaran_centauri82@yahoo.co.id)
Strawberry merupakan tanaman yang mempunyai ketahanan & adaptasi yang cukup luas. secara umum syarat tumbuh yang baik untuk strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut ini:
  • suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
  • Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  • Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  • Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.
syarat diatas sebenarnya tidaklah mutlak, saya sudah mencoba sendiri untuk membudidayakan strawberry di tempat saya tinggal yang sebenarnya kondisi lingkungannya kurang cocok untuk berbudidaya strawberry.
pada awalnya saya hanya coba-coba dengan membeli bibit strawberry 1 pot pada sebelum ramadhan tahun 2007 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan di pasar tanaman hias Bandungan kabupaten semarang.
daerah Bandungan terletak di lereng gunung ungaran yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 800 m dari permukaan air laut. mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal? bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.
Kota tempat saya tinggal yaitu kota Cepu mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun cepu yaitu +28 m) dan rumah saya terletak tak jauh dari stasiun tersebut. suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota cepu berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa.
Tanaman strawberry ini saya pelihara di samping rumah yang lahannya cukup sempit dan menerima sinar matahari langsung sekitar 6 – 8 jam sehari, ternyata memang tanaman ini tidak cukup kuat menahan hawa panas. banyak daunnya yang mengering, kemudian saya mencoba untuk menyemprot daunnya dengan sprayer yang terisi air dingin pada pagi menjelang siang dan siang menjelang sore. cara ini cukup membantu mengurangi jumlah daun yang mengering dan saya juga menyirami tanaman ini pagi dan sore.
Tanaman strawberry saya mulai bertambah dengan munculnya sulur-sulur stolon tanaman, dari ujung sulur-sulur ini akan tumbuh tanaman strawberry baru dan akarnya. ujung inilah yang dapat ditampung dalam pot baru, setelah tanaman baru mempunyai 4-5 daun maka sulur yang terhubung dengan indukannya dapat dipotong.
Media tanam-nya saya buat dari campuran dari tanah kebun dan sedikit pupuk kandang. pot yang saya gunakan berukuran kecil ‘ukuran 17 sampai 20′. satu pot berisi antara 1 sampai 3 tanaman. tanaman tanaman baru ini saya dapat dari stolon tanaman induk yang menjulur.
setelah setahun saya menunggu akhirnya kebun strawberry saya mulai berbuah, dari sekitar 30 pot, 3 pot diantaranya pasti ada yang berbunga kemudian berubah menjadi buah. hampir sekitar 4 hari sekali saya bisa memetik buah yang sudah matang (ditandai dengan warna buah merah tua) dari 1 pot bisa 1-2 buah strawberry yang matang. saya bisa menikmati buah strawberry dari kebun saya yang sempit itu selama 3 bulan penuh yaitu dari bulan september – november 2008. pada bulan desember 2008 kebun saya sama sekali tak menghasilkan buah. saya perkirakan pada bulan bulan itulah memang musimnya strawberry untuk berbuah.
berikut saya sertakan foto salah satu pot saya yang sudah berbuah:
image8
Saya sebenarnya kurang tahu pasti dari jenis dan spesies apa tanaman strawberry yang saya pelihara tersebut. ciri-ciri tanaman strawberry yang saya punya yaitu dari segi ukuran buah sedang, mempunyai rasa yang tidak terlalu tajam, tidak terlalu manis.

BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot

BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot

stroberi

Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot. Budidaya tanaman stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi.

Syarat Tumbuh

Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi iklim sebagai berikut:

1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.
2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Penyiapan Wadah atau Tempat Tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.

Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

Penyiapan Medium Tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah:

a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.

c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.

d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian Medium Tanam Ke Dalam Pot

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah:

a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.

b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.

c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.

d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah.

Penyiapan Bibit dan Penanaman

Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.

b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.

c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.

d) Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.

e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).

f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan Tanaman

a. Penempatan pot
Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

b. Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.

c. Penyiangan dan penggemburan medium tanam
Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.

d. Pemupukan
Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.

e. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.

f. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)
Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

g. Perlindungan tanaman
Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.

Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah:

1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
2. kulit buah didominasi warna merah 50 -75 % warna merah;
3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.

Agar tidak busuk sebaiknya buah strawberry diberi alas sehingga tidak menyentuh permukaan tanah secara langsung. Untuk memperoleh buah yang besar bisa dilakukan dengan cara memangkas beberapa bakal buah di tanaman.

Menanam Strawberry di Dataran Rendah

Syarat di atas sebenarnya tidaklah mutlak, saya (admin blog www.arjip.wordpress.com) sudah mencoba sendiri untuk membudidayakan strawberry di tempat saya tinggal yang sebenarnya kondisi lingkungannya kurang cocok untuk berbudidaya strawberry.

Pada awalnya saya hanya coba-coba dengan membeli bibit strawberry 1 pot pada sebelum ramadhan tahun 2007 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan di pasar tanaman hias Bandungan kabupaten Semarang. Daerah Bandungan terletak di lereng gunung Ungaran yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 800 m dari permukaan air laut.

Mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal? Bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati. Kota tempat saya tinggal yaitu kota Cepu mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun Cepu yaitu +28 m) dan rumah saya terletak tak jauh dari stasiun tersebut. Suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. Banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota Cepu berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa.

Tanaman strawberry ini saya pelihara di samping rumah yang lahannya cukup sempit dan menerima sinar matahari langsung sekitar 6 – 8 jam sehari, ternyata memang tanaman ini tidak cukup kuat menahan hawa panas. Banyak daunnya yang mengering, kemudian saya mencoba untuk menyemprot daunnya dengan sprayer yang terisi air dingin pada pagi menjelang siang dan siang menjelang sore. Cara ini cukup membantu mengurangi jumlah daun yang mengering dan saya juga menyirami tanaman ini pagi dan sore.

Tanaman strawberry saya mulai bertambah dengan munculnya sulur-sulur stolon tanaman, dari ujung sulur-sulur ini akan tumbuh tanaman strawberry baru dan akarnya. Ujung inilah yang dapat ditampung dalam pot baru, setelah tanaman baru mempunyai 4-5 daun maka sulur yang terhubung dengan indukannya dapat dipotong.

Media tanamnya saya buat dari campuran dari tanah kebun dan sedikit pupuk kandang. Pot yang saya gunakan berukuran kecil ‘ukuran 17 sampai 20′. Satu pot berisi antara 1 sampai 3 tanaman. Tanaman-tanaman baru ini saya dapat dari stolon tanaman induk yang menjulur.

Setelah setahun saya menunggu akhirnya kebun strawberry saya mulai berbuah, dari sekitar 30 pot, 3 pot diantaranya pasti ada yang berbunga kemudian berubah menjadi buah. Hampir sekitar 4 hari sekali saya bisa memetik buah yang sudah matang (ditandai dengan warna buah merah tua) dari 1 pot bisa 1-2 buah strawberry yang matang.

Saya bisa menikmati buah strawberry dari kebun saya yang sempit itu selama 3 bulan penuh yaitu dari bulan september – november 2008. Pada bulan Desember 2008 kebun saya sama sekali tak menghasilkan buah. Saya perkirakan pada bulan-bulan itulah memang musimnya strawberry untuk berbuah.

Saya sebenarnya kurang tahu pasti dari jenis dan spesies apa tanaman strawberry yang saya pelihara tersebut. ciri-ciri tanaman strawberry yang saya punya yaitu dari segi ukuran buah sedang, mempunyai rasa yang tidak terlalu tajam, tidak terlalu manis.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
1. www.benitaaristya.blog.com
2. www.arjip.wordpress.com

CARA Berkebun Sayuran di Halaman Rumah

kebun

Memiliki kebun sayur mayur yang tumbuh subur tentunya menyenangkan. Selain menghemat pengeluaran anda juga menyehatkan karena bebas pestisida. Perlu diketahui bahwa untuk menumbuhkan tanaman yang sehat diperlukan air, sinar matahari yang mencukupi serta kondisi tanah yang subur.

Menumbuhkan tanaman yang subur perlu pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang baik bergantung pada ekosistem yang alami dan bukan pada bahan kimia. Kita bisa menciptakan ekosistem tanah yang baik dengan menggemburkannya, menambahkan cacing tanah, pupuk kompos, dan mulsa plastik.

Cacing tanah membantu penyaluran oksigen sampai ke akar tanaman. Cacing tanah membantu dengan menghilangkan kebutuhan air yang cukup sering pada tanaman sehingga mampu mencegah hilangnya nutrisi pada tanaman. Cacing tanah menjaga tanah tetap gembur sehingga akar dapat menyebar. Cacing juga membawa nutrisi dari tingkat rendah ke tanah lapisan atas tanah, dimana tanaman membutuhkannya. Bahkan cacing tanah mampu menetralisir tanah yang mungkin terlalu asam atau basa.

Kebun sayur mayur anda akan membutuhkan kondisi tanah dengan pH balance yang tepat sehingga menghasilkan tanaman yang segar dan sehat. Untuk tanaman tomat mungkin sedikit berbeda, karena membutuhkan kondisi tanah yang sedikit asam yaitu sekitar 5,8 pH. Akan tetapi untuk sebagian besar tanaman sayur akan memiliki pH netral 7,0 sepanjang musim tanam.

Kebun sayur anda juga perlu dipupuk dengan pupuk kompos sebanyak dua kali selama musim tanam, yaitu sekali sebelum tanam dan sekali lagi ditengah musim tanam. Lokasi kebun harus dipastikan cukup untuk mendapatkan sinar matahari setiap hari selama musim tanam dan dimana udara dapat bersirkulasi disekitarnya.

Kondisi geografis dan iklim akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman di kebun anda. Kebun sayuran di daerah yang memiliki iklim lembab harus memiliki jarak yang lebih luas antar tanaman sehingga membantu penetrasi sinar matahari dan untuk memberikan sirkulasi udara lebih. Hal ini penting untuk mencegah penyakit jamur dan lainnya.

Kebun anda membutuhkan air agar tanaman mampu bertahan hidup, akan tetapi terlalu banyak air justru akan merugikan karena mendorong pertumbuhan hama dan penyakit. Sayuran seperti artichoke, asparagus dan squash memerlukan penyiraman yang cukup banyak, akan tetapi kacang polong, bayam dan kacang jepret cuma memerlukan penyiraman ringan.

TIPS Unik Untuk Membuat Taman di Dalam Rumah

Kehidupan di perkotaan yang penuh dengan polusi udara menjadikan kualitas hidup kita menurun. Dengan semakin pesatnya pembangunan kota mengakibatkan semakin terbatasnya ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota. Namun kita sebagai orang yang memiliki ide-ide cemerlang tentu tidak akan berdiam diri saja.


Kita bisa merubah rumah kita menjadi sebuah oase yang menyegarkan serta memberi kedamaian. Kesegaran dan kedamaian tidak bisa dilepaskan dari alam, karena itu artikel ini akan membahas mengenai bagaimana cara kita menghadirkan kesegaran alami melalui tanaman-tanaman ke dalam interior rumah kita namun dengan penataan cara yang unik namun tetap elegan dan berkelas.

1. Mengkombinasikan tanaman dengan furniture


Meja ini didesain oleh Emily Wattstein, seorang interior desainer dari Brooklyn, New York. Meja ini terbuat dari kayu walnut dan besi baja yang tampak bagus meskipun tanpa tambahan tanaman di atasnya. Rumput yang digunakan adalah jenis rumput yang biasa digunakan di sekitar rumah.  
Sumber : http://emilywettstein.tumblr.com/

2. Menggabungkan elemen alam lainnya
Jika anda merasa tanaman hijau belum cukup untuk memberikan suasana segar ke dalam rumah anda, maka anda bisa menambahkan lagi elemen-elemen alam lainnya. 


Kumpulkan batuan hias (misalnya : pebble), cangkang kerang laut, bahkan potongan kayu pun bisa menjadi elemen dekorasi alam yang menarik. Ini akan menjadi sebuah miniatur dari kebun kecil dalam rumah yang semuanya menantang untuk bisa anda kerjakan sendiri.
Sumber : http://alts-design.com/

3. Tanaman atau lampu gantung ?
Pot tanaman berbentuk lampu gantung atau yang biasa disebut sebagai chandelier ini merupakan desain karya Gumdesign yang dipamerkan saat Milan’s Salone Internazionale del Mobile.


Menggunakan material metal dan kaca, karya instalasi ini merupakan rangkaian pot tanaman yang juga berfungsi sebagai lampu (chandelier). Anda bisa memilih tanaman apa saja yang akan ditempatkan pada pot-pot tersebut namun hasil akhirnya bisa penuh warna atau menjemukan, menyenangkan atau mengerikan. Hal ini tentu saja sangat tergantung dari jenis tanaman yang anda pilih. 
Sumber : http://www.trendhunter.com/trends/flora-chandelier

4. Lumut di lantai ?
Mungkin tak pernah terbayangkan oleh anda. Lumut ? Ya, benar. Tanaman yang biasanya anda singkirkan karena merupakan gulma yang mengganggu justru bisa ditampilkan secara artistik. 


Dalam sebuah pameran di Tokyo, Azuma Makoto bekerjasama dengan Unitika Ltd menampilkan sebuah karpet dengan ide yang out of the box. Karpet ini merupakan sekumpulan lumut yang ditata secara alami sehingga dengan pola tertentu ketika dikombinasikan pada lantai konvensional justru menampilkan suasana kontras yang menakjubkan dari dua dimensi berbeda.
Sumber : http://azumamakoto.com/  

5. Rumah kucing dengan tanaman
Bagaimana dengan yang satu ini? 


No, comment deh. Sepertinya tidak ada yang tidak mungkin untuk menjadi go green. Kucing juga sepakat.
Sumber : http://www.poussecreative.com/boutique/10-boutique

Tanaman Sayuran yang Dapat Ditanam di Kebun Rumah

Tanaman Sayuran yang Dapat Ditanam di Kebun Rumah

sayuran

Bertanam sendiri sayur mayur di halaman rumah anda adalah cara yang sangat ideal untuk memenuhi nutrisi dan gizi keluarga anda. Selain menghemat anggaran juga dipastikan bebas bahan kimia dan pestisida.

Jika anda adalah pemula dalam bercocok tanam, berikut ini adalah beberapa jenis sayuran yang mudah untuk tumbuh berkembang dengan mudah, sehingga kebun sayuran anda akan tampil lebih semarak dan menyehatkan.

Selada
Menurut penelitian dari Clemson University, selada adalah jenis sayuran yang sangat mudah tumbuh di kebun. Jenis yang sering ditanam adalah yang berdaun hijau dan merah, cocok untuk salad, sandwich, ataupun pelengkap hidangan lauk. Selada memiliki khasiat yang baik dalam menjaga keseimbangan tubuh karena kaya akan mineral, iodium, fosfor, besi, tembaga, cobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium.

Tomat
Tomat mudah ditanam di kebun rumah karena perawatannya minimal, juga memiliki warna yang menarik untuk menghiasi kebun anda. Tanaman tomat membutuhkan pH tanah antara 6 dan 7. Tanaman ini hanya perlu disiram dua atau tiga kali seminggu.

Lobak
Tanaman lobak mudah tumbuh di lahan yang kaya akan sinar matahari. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan bahkan siap untuk dipanen kurang dari sebulan. Penyiraman dapat dilakukan setiap beberapa hari untuk menghasilkan pertumbuhan yang optimal. Sayuran lobak kaya akan magnesium, folic acid, kalsium dan potassium.

Wortel
Wortel ditanam dari benihnya yang berupa biji. Wortel adalah tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin namun cukup sinar matahari. Diperlukan tanah yang subur, gembur dan kaya akan humus dengan pH 5,5 sd 6,5.

Bayam
Bayam adalah sayuran berbunga tahunan yang tumbuh subur di tanah yang kaya sinar matahari. Bayam membutuhkan ketersediaan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Dianjurkan untuk menanam bayam di awal musim hujan atau di akhir musim kemarau.

Kacang Hijau
Menurut Dr.Leonard Perry dari Universitas Vermont, kacang hijau adalah jenis tanaman yang paling mudah tumbuh. Biji dapat ditanam pada tanah yang hangat dengan suhu 70 derajat fahrenheit. Tanaman akan tumbuh dengan cepat antara dua sampai tiga minggu kemudian. Tanaman kacang akan melakukan penyerbukan sendiri, namun untuk mencegah penyakit sebaiknya menanam benih yang baru setiap tahunnya.

Selain jenis sayuran di atas anda dapat juga bertanam jenis lainnya, seperti cabai, terung, kangkung darat, kacang panjang, pare, caesin, sawi, ketela rambat, ketimun, dll. Bila pekarangan anda sempit, bertanam sayuran dapat juga dilakukan di dalam pot.

Semoga bermanfaat.

Sumber: www.ide-rumah.blogspot.com

Sabtu, 15 Desember 2012

Cara Bercocok Tanam Kangkung Darat

Cara Bercocok Tanam Kangkung Darat

kangkung darat

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk ke dalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A.

Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan
2. Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Cara Budidaya Kangkung

1. Benih Kangkung
Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang mempunyai daya adaptasi lebih baik dibanding varietas lain.

2. Persiapan Lahan Kangkung
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan, untuk mempermudah pemeliharaan sebaiknya panjang bedengan tidak lebih 15 m. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ ha, pengapuran dilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam.

3. Pemupukan Kangkung
Pupuk organik (sebaiknya kotoran ayam yang telah difermentasi) diberikan tiga hari sebelum tanam dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea 15 gr/m2 pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan di samping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

4. Penanaman Kangkung
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan Kangkung
Pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Kangkung
Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen dan Pasca Panen Kangkung
Panen dilakukan setelah berumur + 25 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.

Tambahan: agar tanaman kangkung bisa berproduksi lagi, setelah panen dengan cara memotong (bukan dicabut) berikan pupuk urea lagi seperti sebelumnya, dan pangkaslah bunga yang muncul.

Cara Memupuk Bonsai Yang Benar

Cara Memupuk Bonsai Yang Benar

bonsai

Bonsai memerlukan perawatan khusus lebih dari tanaman hias rata-rata. Tapi ini tidak berarti perawatan bonsai menjadi sulit dan rumit. Agar tumbuh sehat, bonsai perlu dipupuk dengan benar.

Beberapa orang mungkin berpikir, bonsai seharusnya jangan dipupuk agar bisa tetap kecil. Tentu anggapan ini tidak benar. Ukuran kecil bonsai didapat melalui pemangkasan akar dan pohon yang sengaja dibentuk oleh pemiliknya.

Berapa banyak dan jenis pupuk apa yang diperlukan tergantung dari jenis pohon, usia, dan waktu pemupukan. Pupuk yang baik memiliki kandungan seimbang nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, belerang, dan magnesium.

Meskipun pupuk dibutuhkan oleh bonsai, memberi pupuk berlebihan justru dapat “membakar” daun dan akar. Jika bonsai diberi pupuk terlalu sering, akar yang terbakar tidak lagi mampu menarik air dari tanah sampai ke batang dan daun.

Lebih baik memberi pupuk dengan dosis rendah tetapi lebih sering, dibanding memupuk sesekali dengan dosis sekaligus banyak.

Saat bonsai masih muda, pupuk harus diberikan lebih sering. Semakin tua usia bonsai, jumlah pupuk dapat terus dikurangi. Untuk tanaman bonsai yang masih muda, pemberian pupuk bisa dilakukan dua kali sebulan. Sedang bonsai yang sudah tua, cukup sebulan atau bahkan tiga bulan sekali.

Selalu siram terlebih dahulu sebelum bonsai diberi pupuk. Ini untuk mencegah akar terbakar dan membantu akar lebih mudah menyerap nutrisi pupuk dan menyalurkannya ke seluruh bagian tanaman.

Ada dua tipe dasar pupuk yang dapat digunakan: anorganik dan organik. Keduanya bisa digunakan untuk pohon bonsai Anda. Pupuk anorganik adalah pupuk buatan yang banyak dijual di toko-toko, sedang contoh pupuk organik adalah kompos dan pupuk kandang.

Meskipun pupuk organik sering dianggap lebih baik, tapi batasi penggunaanya saat bonsai akan atau setelah diganti potnya.

Agar efektif, pupuk organik harus dicampurkan pada tanah, sedang tanah pot sebaiknya jangan sering diganggu-gugat.

Memupuk bonsai dengan cara yang tepat akan menjamin kesehatan pohon bonsai Anda.

Sumber: www.oketips.com

Tips Berkebun Bayam di Pekarangan Rumah

Tips Berkebun Bayam di Pekarangan Rumah

bayam

Bayam (Amaranthus sp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl. dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:

1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah dan juga ada yang berwarna hijau keputih-putihan.

2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.

3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Nah, bagi anda yang tidak punya kebun bercocok tanam bayam bisa dilakukan di pekarangan rumah, asalkan mendapatkan banyak sinar matahari.

Cara Budidaya Bayam

1. Benih Bayam

Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda, daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5-1 g/m2. Supaya praktis silakan membeli benih bayam dalam kemasan di toko-toko pertanian.

2. Persiapan Lahan Bayam

Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

Bagi anda yang ingin bercocok tanam di pekarangan rumah, bedengan bisa dibuat dengan cara menumpuk bata berkeliling membentuk persegi (seperti membuat kolam), kemudian isi dengan campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1), dan pastikan kondisinya gembur. Atau bisa pula di pot/polibag berdiameter 30 cm.

3. Pemupukan Bayam

Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar kotoran ayam/kambing yang telah difermentasi dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/ m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman Benih Bayam

Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

1. Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pasir/abu dapur/pupuk organik yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.

2. Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

3. Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

Bila anda ingin menanamnya di pot, maka sebaiknya jumlah tanaman per pot tidak terlalu banyak agar bayam tidak kerdil.

5. Pemeliharaan Bayam

Bayam cabut adalah jenis bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah). Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/ m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Bayam

Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.).

Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen dan Pasca Panen

Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

Tempatkan bayam yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar ke dalam air dan pengiriman produk ke tempat tujuan secepatnya.

Semoga bermanfaat.