Senin, 18 Februari 2013

TEKNIK MENANAM CABAI RAWIT DALAM POT


Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Tumbuh di Indonesia dan juga tumbuh di berbagai negara, populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara, dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper. Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varitas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena tingkat kepedasannya mencapai 50.000 - 100.000 pada skala Scoville (ukuran tentang pedasnya Cabai.)



Ada baiknya penggemar cabai rawit mencoba menanam sendiri di pekarangan atau dalam pot, kaena ada saatnya harga cabai rawit melambung sampai Rp 120.000 per kg seperti saat ini (Januari 2011) dan ada kalanya pula harga cabai rawit anjlok sampai-sampai petani cabai membiarkan cabai membusuk tanpa dipanen karena harga jual tidak menutupi biaya panen.

Cara budidaya cabai skala rumah tangga bisa anda lihat disini:

Siapkan media tanam dari campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 3 : 1.
Semailah benih cabai dalam polybag kecil 2 atau 3 biji tiap polybag, tutup tipis dengan media tanam.
Setelah bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari), bibit bisa di tanam pada pekarangan atau pot/polybag yang lebih besar.
Setelah sekitar 2 bulan cabai sudah bisa dipanen.
Silakan download artikel ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar